SMKN 2 WONOGIRI

(0273) 323837

smkn2wonogiri@yahoo.com

Jln. Raya Wonogiri-Ngadirojo, Km. 03, Bulusulur, Wonogiri

Kompetensi Keahlian

Struktur Organisasi Kompetensi Keahlian DPIB

Struktur organisasi Kompetensi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan terdiri dari tim yang berdedikasi, terampil, dan berpengalaman dalam bidang pendidikan. Dan juga memiliki Kepala Kompetensi Keahlian yang memimpin dengan visi yang jelas, memberikan arahan strategis, dan memastikan keselarasan dalam pencapaian tujuan.

Agus Surakhim, S. Pd

Kepala Kompetensi Keahlian DPIB

Sumadi, S. Pd

Kepala Bengkel Kompetensi Keahlian DPIB

Heri Mulyanto, S. T

Sekretaris Kompetensi Keahlian DPIB

Esti Ira Santi, S. T

Bendahara Kompetensi Keahlian DPIB

Drs. Slamet, M.Si

Guru Kompetensi Keahlian DPIB

Sarjoko, S. Pd

Guru Kompetensi Keahlian DPIB

Sri Mulyanto, S. Pd

Guru Kompetensi Keahlian DPIB

Andi Tristianto, S. Pd

Guru Kompetensi Keahlian DPIB

Muhammad Aprilliana Fajar, S. Pd

Guru Kompetensi Keahlian DPIB

Didik Purwanto, S. T

Guru Kompetensi Keahlian DPIB

Tujuan Kompetensi Keahlian DPIB

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Sedangkan rumusan kompetensi sikap sosial yaitu, “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut. Berdasarkan hasil analisis konteks sekolah dan Program Keahlian yang ada di SMKN 2 Wonogiri, maka tujuan Program Keahlian untuk setiap Program Keahlian  terkait dengan kurikulum operasional sekolah seperti tertera pada uraian berikut.
  1. Mampu menggambar 3D dan 2D struktur, arsitektur, interior dan eksterior gedungdengan teknologi perangkat lunak desain pemodelan dan informasi bangunan;
  2. Mampu menggambar 2D denah, potongan, detail konstruksi jalan dan jembatan, serta menggambar 3D model jalan dengan teknologi perangkat lunak desainpemodelan dan informasi bangunan;
  3. Mampu menggambar 2D dan 3D utilitas gedung dan sistem plumbing yangdiintegrasikan dengan gambar struktur maupun arsitektur bangunan dengan teknologi perangkat lunak desain pemodelan dan informasi bangunan;
  4. Mampu menyusun rencana estimasi biaya konstruksi bangunan dari hasil perhitungan volume material dan menyusun jadwal pekerjaan konstruksi dengan perangkat lunak desain pemodelan informasi bangunan; dan
  5. Mampu membuat visualisasi desain konstruksi dalam bentuk video animasi yang informatif dengan perangkat lunak desain pemodelan informasi bangunan

Fasilitas Kompetensi Keahlian DPIB

Di sini, kami ingin mengajak Anda untuk menjelajahi ragam fasilitas modern yang kami tawarkan demi mendukung pembelajaran berkualitas tinggi bagi para siswa. Dari laboratorium teknologi canggih hingga ruang bengkel yang dilengkapi dengan peralatan terbaru, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan siswa kami mengembangkan keterampilan praktis dan pengetahuan yang relevan untuk dunia kerja. Silakan jelajahi menu ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang fasilitas kami yang dirancang dengan tujuan mempersiapkan generasi masa depan untuk sukses dalam karir mereka.

Struktur Organisasi Kompetensi Keahlian Teknik Mesin

Struktur organisasi Kompetensi Keahlian Teknik Mesin terdiri dari tim yang berdedikasi, terampil, dan berpengalaman dalam bidang pendidikan. Dan juga memiliki Kepala Kompetensi Keahlian yang memimpin dengan visi yang jelas, memberikan arahan strategis, dan memastikan keselarasan dalam pencapaian tujuan.

Yulianto, S. Pd

Kepala Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan

Tri Gunarso, S. Pd

Kepala Bengkel Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan

Bambang Waryanto, S. Pd

Sekretaris Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan

Bambang Puruhito Nugroho, S. Pd

Bendahara Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan

Rudhianto Catur P, S. Pd

Guru Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan

Andy Setyawan, S.Pd, M.BA

Guru Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan

Golis Wahyu Darwati, S. Pd

Guru Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan

Tujuan Kompetensi Keahlian Teknik Mesin

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Sedangkan rumusan kompetensi sikap sosial yaitu, “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut. Berdasarkan hasil analisis konteks sekolah dan Program Keahlian yang ada di SMKN 2 Wonogiri, maka tujuan Program Keahlian untuk setiap Program Keahlian  terkait dengan kurikulum operasional sekolah seperti tertera pada uraian berikut.
  1. Memahami proses bisnis bidang manufaktur mesin secara menyeluruh;
  2. Memahami perkembangan teknologi di industri dan dunia kerja serta isu-isu global terkait dunia manufaktur mesin;
  3. Memahami profesi dan kewirausahaan di bidang manufaktur (job profile dan technopreneurship), serta peluang usaha di bidang manufaktur mesin;
  4. Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH) dan budaya kerja industri di lingkungan kerjanya;
  5. Memahami kegiatan praktik yang terkait dengan seluruh proses produksi dan teknologi yang diaplikasikan dalam industri manufaktur mesin;
  6. Memahami jenis-jenis bahan, sifat fisik, sifat kimia, sifat mampu listrik dan mampu mekanik terkait fungsi-fungsinya dalam proses manufaktur;
  7. Memahami  jenis  sambungan,  tumpuan  (bushing  &  bearing), transmisi mesin, dan pemipaan; dan
  8. Menggambar teknik dasar lingkup teknik mesin.

Fasilitas Kompetensi Keahlian Teknik Mesin

Di sini, kami ingin mengajak Anda untuk menjelajahi ragam fasilitas modern yang kami tawarkan demi mendukung pembelajaran berkualitas tinggi bagi para siswa. Dari laboratorium teknologi canggih hingga ruang bengkel yang dilengkapi dengan peralatan terbaru, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan siswa kami mengembangkan keterampilan praktis dan pengetahuan yang relevan untuk dunia kerja. Silakan jelajahi menu ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang fasilitas kami yang dirancang dengan tujuan mempersiapkan generasi masa depan untuk sukses dalam karir mereka.

Struktur Organisasi Kompetensi Keahlian Teknik Kendraan Ringan

Struktur organisasi Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan terdiri dari tim yang berdedikasi, terampil, dan berpengalaman dalam bidang pendidikan. Dan juga memiliki Kepala Kompetensi Keahlian yang memimpin dengan visi yang jelas, memberikan arahan strategis, dan memastikan keselarasan dalam pencapaian tujuan.

Kiswanto, S. Pd

Kepala Program Teknik Otomotif

Susilo, S. Pd

Kepala Kompetensi Keahlian TKR

Agung Sulistyono, S.Pd, M.Pd

Kepala Bengkel Kompetensi Keahlian TKR

Zainal Abidin, S. Pd, M.Pd

Sekretaris Kompetensi Keahlian TKR

Agus Budi Santoso, S.T

Bendahara Kompetensi Keahlian TKR

Sapar, S. Pd, M. Pd

Guru Kompetensi Keahlian TKR

Noer Moh Thoriqulhadi, S.Pd, M.Pd

Guru Kompetensi Keahlian TKR

Agus Riyanto, S. Pd, M. Pd

Guru Kompetensi Keahlian TKR

Tujuan Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Sedangkan rumusan kompetensi sikap sosial yaitu, “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut. Berdasarkan hasil analisis konteks sekolah dan Program Keahlian yang ada di SMKN 2 Wonogiri, maka tujuan Program Keahlian untuk setiap Program Keahlian  terkait dengan kurikulum operasional sekolah seperti tertera pada uraian berikut.
  1. Memahami manajemen atau proses bisnis bidang otomotif secara menyeluruh pada berbagai jenis dan merk kendaraan;
  2. Memahami perkembangan teknologi otomotif dan dunia kerja serta isu-isu global terkait dunia otomotif;
  3. Memahami profesi dan kewirausahaan (job-profile dan technopreneurship), dan peluang usaha di bidang otomotif;
  4. Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH) di tempat kerja;
  5. Menerapkan teknik dasar pemeliharaan dan perbaikan yang terkait dengan seluruh proses bidang otomotif;
  6. Menggambar teknik dasar sesuai standar yang digunakan;
  7. Menggunakan peralatan dan perlengkapan di tempat kerja;
  8. Memelihara komponen dengan alat sesuai Prosedur Operasional Standar (POS);
  9. Membuat rangkaian elektronika dasar otomotif sesuai Prosedur Operasional Standar (POS);
  10. Memahami dasar-dasar sistem hidrolik dan pneumatik.

Fasilitas Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan

Di sini, kami ingin mengajak Anda untuk menjelajahi ragam fasilitas modern yang kami tawarkan demi mendukung pembelajaran berkualitas tinggi bagi para siswa. Dari laboratorium teknologi canggih hingga ruang bengkel yang dilengkapi dengan peralatan terbaru, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan siswa kami mengembangkan keterampilan praktis dan pengetahuan yang relevan untuk dunia kerja. Silakan jelajahi menu ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang fasilitas kami yang dirancang dengan tujuan mempersiapkan generasi masa depan untuk sukses dalam karir mereka.

Struktur Organisasi Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor

Struktur organisasi Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor terdiri dari tim yang berdedikasi, terampil, dan berpengalaman dalam bidang pendidikan. Dan juga memiliki Kepala Kompetensi Keahlian yang memimpin dengan visi yang jelas, memberikan arahan strategis, dan memastikan keselarasan dalam pencapaian tujuan.

Kiswanto, S. Pd

Kepala Program Teknik Otomotif

Muhammad Aryadi, S.Pd

Kepala Kompetensi Keahlian TSM

Supriyono, S.Pd

Kepala Bengkel Kompetensi Keahlian TSM

Heri Sulistianto, S.Pd, M.Pd

Sekretaris Kompetensi Keahlian TSM

Dwi Wulandari, S.T

Bendahara Kompetensi Keahlian TSM

Tri Suprayitno, S.Pd

Guru Kompetensi Keahlian TSM

Heru Cahyono, S.Pd

Guru Kompetensi Keahlian TSM

Eka Arief Mahmudi, S.Pd

Guru Kompetensi Keahlian TSM

Jamil Nurgiyanto, S.Pd

Guru Kompetensi Keahlian TSM

Purwanto, S.Pd

Guru Kompetensi Keahlian TSM

Basit Wahyudi, S.Pd

Guru Kompetensi Keahlian TSM

Tujuan Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Sedangkan rumusan kompetensi sikap sosial yaitu, “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut. Berdasarkan hasil analisis konteks sekolah dan Program Keahlian yang ada di SMKN 2 Wonogiri, maka tujuan Program Keahlian untuk setiap Program Keahlian  terkait dengan kurikulum operasional sekolah seperti tertera pada uraian berikut.
  1. Memahami manajemen atau proses bisnis bidang otomotif secara menyeluruh pada berbagai jenis dan merk kendaraan;
  2. Memahami perkembangan teknologi otomotif dan dunia kerja serta isu-isu global terkait dunia otomotif;
  3. Memahami profesi dan kewirausahaan (job-profile dan technopreneurship), dan peluang usaha di bidang otomotif;
  4. Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH) di tempat kerja;
  5. Menerapkan teknik dasar pemeliharaan dan perbaikan yang terkait dengan seluruh proses bidang otomotif;
  6. Menggambar teknik dasar sesuai standar yang digunakan;
  7. Menggunakan peralatan dan perlengkapan di tempat kerja;
  8. Memelihara komponen dengan alat sesuai Prosedur Operasional Standar (POS);
  9. Membuat rangkaian elektronika dasar otomotif sesuai Prosedur Operasional Standar (POS);
  10. Memahami dasar-dasar sistem hidrolik dan pneumatik.

Fasilitas Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor

Di sini, kami ingin mengajak Anda untuk menjelajahi ragam fasilitas modern yang kami tawarkan demi mendukung pembelajaran berkualitas tinggi bagi para siswa. Dari laboratorium teknologi canggih hingga ruang bengkel yang dilengkapi dengan peralatan terbaru, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan siswa kami mengembangkan keterampilan praktis dan pengetahuan yang relevan untuk dunia kerja. Silakan jelajahi menu ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang fasilitas kami yang dirancang dengan tujuan mempersiapkan generasi masa depan untuk sukses dalam karir mereka.

Struktur Organisasi Kompetensi Keahlian Teknik Mekatronika

Struktur organisasi Kompetensi Keahlian Teknik Mekatronika terdiri dari tim yang berdedikasi, terampil, dan berpengalaman dalam bidang pendidikan. Dan juga memiliki Kepala Kompetensi Keahlian yang memimpin dengan visi yang jelas, memberikan arahan strategis, dan memastikan keselarasan dalam pencapaian tujuan.

Andy Setyawan, S.Pd, M.BA

Kepala Kompetensi Keahlian TM

Dhanar Tri Atmaja, S.Pd, M.T

Kepala Bengkel Kompetensi Keahlian TM

Susanto Fibriantoro, S.Pd

Sekretaris Kompetensi Keahlian TM

Fitrianingsih, S.Pd

Bendahara Kompetensi Keahlian TM

Wisnu Tri Nugroho, S.Pd

Guru Kompetensi Keahlian TM

Arip Wahyudi, S.Pd.T

Guru Kompetensi Keahlian TM

Retno Wulandari, S.T

Guru Kompetensi Keahlian TM

Nur Adhi Yuliantono, S.T

Guru Kompetensi Keahlian TM

Tujuan Kompetensi Keahlian Teknik Mekatronika

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Sedangkan rumusan kompetensi sikap sosial yaitu, “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut. Berdasarkan hasil analisis konteks sekolah dan Program Keahlian yang ada di SMKN 2 Wonogiri, maka tujuan Program Keahlian untuk setiap Program Keahlian  terkait dengan kurikulum operasional sekolah seperti tertera pada uraian berikut.
  1. Memahami proses bisnis secara menyeluruh bidang manufaktur dan rekayasa elektronika;
  2. Memahami perkembangan teknologi, dunia kerja, dan isu-isu global terkait dunia industri manufaktur dan rekayasa elektronika;
  3. Memahami profesi dan kewirausahaan (job-profile dan technopreneurship), serta peluang usaha dalam bidang manufaktur dan rekayasa elektronika;
  4. Memahami teknik dasar proses produksi pada industri manufaktur dan rekayasa elektronika;
  5. Memahami gambar teknik elektronika;
  6. Memahami sifat komponen aktif dan pasif; dan
  7. Memahami mesin-mesin listrik, elektronika, dan instrumentasi.

Fasilitas Kompetensi Keahlian Teknik Mekatronika

Di sini, kami ingin mengajak Anda untuk menjelajahi ragam fasilitas modern yang kami tawarkan demi mendukung pembelajaran berkualitas tinggi bagi para siswa. Dari laboratorium teknologi canggih hingga ruang bengkel yang dilengkapi dengan peralatan terbaru, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan siswa kami mengembangkan keterampilan praktis dan pengetahuan yang relevan untuk dunia kerja. Silakan jelajahi menu ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang fasilitas kami yang dirancang dengan tujuan mempersiapkan generasi masa depan untuk sukses dalam karir mereka.

Scroll to Top